Pusaka Keris Sempaner Udan Emas

Rp.7.888.000
Pusaka Keris Sempaner 
Est Tuban Mataram 
Pamor Udan Mas 
Pusaka ini Keris Sepuh 

Sempaner berasal dari kata Sempana / Sumpena Bener yang secara harafiah berarti Mimpi yang benar Sempana bener dalam arti lebih dalam merupakan suatu pesan, angan-angan, harapan, cita-cita, keinginan apabila dilandasi suatu pemahaman yang benar menjadi suatu kenyataan. 


Pemahaman yang benar itulah yang akan mewujudkan suatu tercapainya harapan atau cita-cita. 


Dalam hal ini, suatu pesan bahwa manusia dalam menggapai suatu keinginan hendaknya diselaraskan dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki, sebagaimana dalam filosofi jawa disebutkan “Bisa rumangsa aja rumangsa bisa”. Macam-macam Mimpi Mimpi atau sumpena merupakan suatu penggembaraan bawah sadar manusia selama tidur ke tempat antah berantah atau berinteraksi dengan lingkungan, baik yang sudah dikenal maupun belum. 


Mimpi tertentu dipercaya sebagai perlambang akan terjadinya “sesuatu” dimasa yang akan datang atau sering disebut “sasmita”. Mimpi pada saat ini biasanya merupakan gambaran dari pikiran yang tidak mampu ditinggalkan oleh seseorang pada saat menjelang tidur, seperti rasa gelisah, stress, kalut, cemas, dan lelah akibat aktivitas seharian. 

Mimpi ini penggambaran kejadiannya berubah-ubah, kadang terjadi secara tiba-tiba dan tidak berurut. Pada saat terbangun, biasanya kita lupa mengenai hal-hal yang terjadi dalam mimpi tersebut. 

Mimpi pada saat tityoni tidak mempunyai makna. Gondoyoni, merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 22.00-01.00 pagi. 

Mimpi pada saat Gondoyoni juga tidak mempunyai makna. Biasanya muncul dari bayangan, pemikiran atau angan-anagan saat terjaga atau sebelum tidur. Mimpi demikian disebut juga “impen-impenen” atau “kembange wong turu” atau “bunga tidur”. Biasanya mimpi pada saat itu tidak runtut berurutan dan mudah terlupakan saat bangun. 

Puspa Tajem merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 01-04.00 pagi atau menjelang subuh. Waktu tersebut memasuki dua per tiga malam merupakan waktu yang utama. Mimpi pada saat ini umumnya mempunyai makna atau kemungkinan merupakan perlambang/firasat mengenai suatu kejadian (sasmita) yang akan menjadi kenyataan. Apabila perlambang dalam mimpi ini kemudian benar-benar terjadi dimasa yang akan datang, maka disebut mimpi yang Daradasih. Kejadian dalam mimpi tersebut seolah-olah terjadi sungguhan dan kejadiannya runtut berurutan. Bahkan, kadang membuat kita terbangun jika terkejut. Kejadian dalam mimpi ini masih melekat dalam ingatan pada saat terbangun dan selalu diingat dalam waktu yang lama. Bagaimana mimpi yang mempunyai makna ini akan terwujud, kapan dan bagaimana, tentunya masih menjadi misteri. 

Kadang kita baru menyadari arti mimpi tersebut setelah terjadi suatu peristiwa di kemudian hari. 
Bagi orang yang mampu mengartikan mimpi tersebut dan benar-benar terjadi di waktu yang akan datang maka disebut “orang yang waskita”. 

Namun tidak semua mimpi merupakan perlambang. 

Dalam budaya jawa, orang bermimpi dibedakan dalam tiga macam, Titiyoni Gondoyoni dan Puspa Tajem Titiyoni, merupakan mimpi yang biasanya terjadi antara jam 19.00-22.00.  

Secara umum semuanya itu adalah melambangkan suatu pencarian dan mengembangkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan secara terus-menerus sampai tingkat tertentu. 

Hal tersebut merupakan syarat tercapainya cita-cita dan harapan. Mencari pengetahuan harus dilandasi dengan niat, motivasi yang kuat dan keberanian. Harapan dan cita-cita harus dipertimbangan dari sisi baik dan buruknya. Namun demikian orang harus menerima segala keterbatasannya. Orang perlu bersikap rela menerima keadaan apa adanya (Nrimo ing pandum). 

Nrima juga berarti iklas, menerima segala konsekuensi dan persoalan apa yang mendatangi kita tanpa keluh kesah. Hal ini bukan berarti apatis, nrima dalam arti seseorangwalaupun dalam keadaan kecewa, kesulitan dan kegagalan, tetap harus beraksi secara rasional, tidak ambruk dan tidak menentang secara percuma. Nrima menuntut untuk menerima apa adanya, tapi tidak hancur karenanya. 

Sikap nrima memberikan daya tahan untuk menanggung keadaan nasib” yang buruk. Bagi orang yang memiliki sikap itu maka “malapetaka akan kehilangan sengsaranya”. 
Dapur Lurus, Bener-Lurus Dalam berdoa kita selalu memohon untuk diberikan “Jalan yang Lurus” (sirotol mustaqin) kepada Tuhan. Lurus berarti tidak menyimpang dari jalur yang ditetapkan. Lurus juga berarti tidak berlebihan juga tidak kekurangan, berada di tengah-tengah. Seseorang yang jika di dalam hidupnya mengusahakan selalu berada di jalur lurus berarti akan bertindak jujur dan luhur budinya. 

 Berlaku jujur, bener lan pener akan menuju batin manusia yang selaras dengan realitas yang sebenarnya, dan oleh karena itu dengan sendirinya (Otomatis-konsekuen) memenuhi kewajiban, tugas dan peranan dan jabatan yang dituntut dari padanya. 

 Mengembangkan diri pribadi, pengetahuan sesuai dengan bakat dan kemampuan (empan papan) dan tidak memaksakan kehendak / mengendalikan hawa nafsu. Selain itu, pengembangan pribadi dengan pengekangan hawa nafsu adalah salah satu cara. Karena nafsu akan memperlemah manusia. Mengendalikan hawa nafsu berarti mengembangkan budi pekerti. Untuk pencapaian budi pekerti (etika) yang baik umumnya dihalangi dua hal yaitu hawa nafsu dan pamrih. 

Nafsu yang terkait dengan pamrih (egoisme) antara lain, “Nafsu selalu ingin menonjol (nepsu menange dhewe) Menganggap diri selalu betul (nepsu benere dhewe) Memperhatikan diri sendiri (nepsu butuhe dhewe) Sikap dasar yang luhur adalah kebebasan tanpa pamrih. 

Pepatah jawa mengajarkan “sepi ing pamrih, rame ing gawe”. Sepi ing pamrih berarti melepaskan diri diri dari kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat demi keselarasan kehidupan. Manusia mencapai “sepi ing pamrih” apabila ia semakin tidak lagi perlu gelisah dan prihatin terhadap diri sendiri, semakin bebas dari nafsu ingin memiliki serta mempunyai hati yang tenang. Rame ing gawe berarti melakukan apa yang dituntut oleh jabatandan kedudukan kita dalam masyarakat atau pun pekerjaan. Masing-masing menjalankan sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diemban. Setiap orang harus menyadari keterbatasannya, sehingga tumbuh kerelaan untuk membatasi diri pada peran yang telah ditentukan di dunia. 
Dalam hidup ini hendaknya dipahami benar ajaran Catur Merti, bersatunya pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan, Pikiran yang benar – Perasaan yang benar – Perkataan yang benar – Perbuatan yang benar Harapan yang Menjadi Kenyataan – Sumpena yang Daradasih – Sumpena Bener – Sempaner Mimpi yang benar adalah hanya mimpi yang menjadi kenyataan (puspatajem daradasih). 

Harapan dan cita-cita yang baik yaitu harapan yang dapat diwujudkan sebagai kenyataan. Hal tersebut tentunya suatu harapan yang luhur (bener). Sempana Bener (sempaner) memaparkan ajaran bagaimana seseorang dapat menggapai harapannya secara benar. Dalam menggapai harapan hendaknya dilandasi dengan laku yang lurus dan benar, khususnya dalam hal etika sehingga akan tumbuh budi luhurnya.

Budi luhur dicapai dengan sikap sederhana (prasaja), bersedia untuk menganggap dirinya lebih rendah dibanding orang lain (andhap asor), selalu sadar akan batas-batas dalam situasi dan lingkungan (tepa selira). 

Sebaliknya menghindarkan diri dari sikap yang jauh dari sifat budi luhur, yaitu : mencampuri urusan orang lain (dahwen/open), iri-dengki (srei), suka main intrik (jail), dan bersikap kasar (methakil). Dari kedalaman rasa, pengetahuan, kemampuan seperti diuraikan di atas semua tercakup, maka tergantung apakah manusia sanggup untuk menempatkan diri dalam kosmosnya, serta dapat menemukan tempatnya yang cocok dan selaras. 

Manusia hanya dapat menemukan kebahagiaan apabila ia dapat mengaktualkan bakat-bakatnya. Untuk mewujudkan suatu harapan harus disertai dengan usaha dan kemampuan yang sesuai. Harapan tidak akan menjadi kenyataan jika tanpa disertai dengan usaha dan memampuan yang menyertainya. 

Keinginan harus disesuaikan dengan kapasitas pribadi, bakat, pengetahuan, menepati janji, jujur dan melakukan sesuai kewajiban. Sepi ing pamrih rame ing gawe.


Hati-hati banyak keris tiruan alias Kamardikan buatan baru yang dibuat oleh pengerajin besi biasa bukan dibuat oleh Empu (Mpu) Sakti yang Siddhi. Keris yang di buat oleh Empu dilengkapi dengan ritual, puasa, ilmu gaib, kemampuan filosofi, kemampuan mengerti tentang energi alam dan roh.

Keris Udan Emas adalah keris yang banyak dipalsukan karena kegunaan dalam Legenda Myth Nusantara khususnya Jawa menceritakan tidak ada orang di Pulau Jawa yang bisa kaya raya dengan mudah tanpa keris Pamor Udan Emas.

Tuah Khasiat Pamor Udan Mas banyak dicari orang, terutama pedagang, pengusaha dan pejabat. Tidak ada orang kaya Jawa yang tidak punya Keris Pamor Udan Emas kecuali kekayaan yang dia dapatkan secara susah payah. 

Biasanya yang memegang Keris Udan Emas akan merasakan kekayaan sebelum umur 40 tahun. 

Soal orang kaya tersebut bisa mempertahankan hartanya di hari tua itu adalah keahlian mengatur keuangan dari masing-masing individu. Jadi orang menjadi Kaya itu mungkin mudah tapi mempertahankan kekayaan tersebut haruslah ada kecerdasan keuangan.

Hidup itu minimal kita bisa  merasakan jadi orang kaya daripada miskin selamanya ☺️ 
Bentuk Pamor pusaka keris Udan Emas merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Letaknya ada yang beraturan dan ada yang berserakan. 

Manfaatnya yang dipercaya:
* Membuat pemilik dekat dengan rejeki
* Meningkatkan perkembangan segala usaha
* Mendatangkan rejeki berlimpah
* Pesugihan Putih sehingga aman tidak pakai tumbal
* Impian terwujud (tercapai)
* Membantu pemilik agar bisa kaya raya, 
* Mendatangkan ilham segala masalah keuangan dan perekonomian usaha maupun pribadi
* Menangkal segala energi negatif pengambat rejeki
* Kesuksesan dalam karir dan bisnis Jangka Panjang
* Mengerjakan sesuatu mudah berhasil dan mudah mendapatkan keberhasilan dan keuntungan.
* Mudah meraih posisi jabatan politik dan perusahaan, dan khasiat multi fungsi yang artinya apapun keinginan pemilik energinya akan mendorong mengikuti membuat sukses tercapai keinginannya.
* Dalam Perjalanan Hidup mudah mendapatkan rejeki dan tidak susah dalam mencari nafkah
* Mempererat Hubungan Kerja dan Bisnis.
* Meningkatkan energi positif dan menolak energi negatif

Kehebatan Keris Pamor Udan Mas sudah terkenal di Dunia dan tidak hanya di Jawa saja. 

Pamor Udan Mas adalah Pamor pemilih yang artinya hanya cocok kepada orang yang berpikiran positif, mau kaya raya, serta mencintai orang-orang kaya yang lebih dulu sukses. Jika anda berpikiran negatif, hanya ingin hidup normal/tdk kaya, serta membenci orang-orang kaya yang telah duluan sukses maka Keris ini justru akan membuat anda berumur pendek.

Related product you might see:

Share this product :

Post a Comment

 
Support : Sitemap | Sitemap Atom | Sitemap Feed
Copyright © 2016. Kabbalah Satanic - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger